Professional Blogger

It's possible to make a living as a professional blogger by attracting enough visitors to the and generating income, typically through visitors' clicking on advertisements.......hehehe.

Need to fix

GoBlognya Si Budi also need repairs here and there for a great change

Do not forget click LIKE on my fan page...

By giving like the fan page for GoBlognya Si Budi this means you have accounted for one vote for the sustainability of this blog.

Blow My Mind...!!!

Sometimes my brain is stuck, the good solution is take a deep breath, ain't nothing and sleep......hahaha.

Finally....Love Your Blog!!!

Finally, love your blog by way of peace, update the article at any time, publish ads and earn money as much as possible ..... hahaha.

Selasa, 22 September 2015

Kegagalan Tidak Selalu Menyakitkan



Benar adanya apabila seseorang mengatakan bahwa kegagalan selalu menyakitkan dan terasa pahit. 100% saya setuju! Dan parahnya itu juga sering terjadi dan menimpa pada diri saya sendiri. 

Singkatnya, kegagalan demi kegagalan telah sering saya alami dan mungkin sudah menjadi sahabat saya yang paling setia. Sangat menyakitkan, pahit, getir, dan benar adanya...!!!

Saya menceritakan hal ini bukan untuk berkeluh kesah kepada anda yang kebetulan membaca artikel ini, sebaliknya saya memberikan pemahaman bahwa kegagalan bisa mengubah hidup kita menjadi lebih baik, jika kita mengetahui bagaimana menyikapinya.

Jadi, pertanyaannya adalah: Mengapa gagal itu baik untuk pengembangan kepribadian dan karir usaha kita? Ini jawabannya:
1. Kegagalan membuat kita tetap rendah hati. Sering gagal membuat kita tetap rendah hati. Kita menjadi lebih baik ketika kita gagal – kita memiliki pola pikir yang lebih tepat untuk menghadapinya.
Bahkan ketika kita sudah meraih kesuksesan, kegagalan masa lalu kita akan membuat kita tetap rendah hati dan tidak jumawa. Kegagalan membuat kita mengerti bahwa sesuatu bisa hilang/jatuh kapan saja, dan membuat kita tetap fokus pada hal-hal yang penting.
2. Kegagalan mengajarkan kita mengenai ketekunan dan sikap pantang menyerah. Kegagalan adalah pedang bermata dua: dia dapat membunuh mimpi kita, tetapi di lain sisi dapat pula mengajarkan bagaimana cara meraih impian kita. Keputusan yang kita ambil akan menentukan apakah kegagalan dapat mengajarkan mengenai ketekunan dan sikap pantang menyerah.
3. Kegagalan memaksa kita percaya kepada Sang Maha Pemberi Rezeki. Melalui kegagalan, keimanan, spiritualitas dan kepercayaan saya selalu diuji. Saat saya berhasil mengatasi rintangan, kesehatan rohani saya meningkat dan – percaya atau tidak – saya justru menjadi lebih baik dalam menangani masalah dalam hidup dan bisnis. Kita tahu kita tidak sendirian. Ada Kekuatan Sang Maha Pemberi Rezeki yang pasti telah memberikan jalan.
4. Kegagalan mengajarkan lebih banyak daripada kuliah bisnis. Saya pernah mengambil kuliah dan mendapat gelar MBA selama 2 tahun, tetapi – tanpa mengurangi rasa hormat – itu bukanlah apa-apa dibandingkan apa yang saya pelajari dari kegagalan saya.
Tantangan emosional psikis saat mengalami jatuh, bangun, dan mengumpulkan serpihan yang jatuh berantakan dan terus berjalan — sungguh telah mengubah hidup saya. Saya memahami pergulatan hidup jauh lebih banyak daripada yang diajarkan dalam pendidikan di bangku kuliah yang kadang kering dan tidak inspiring.
Pengalaman kegagalan kadang merupakan guru yang terbaik. Meski tidak semua orang bisa menjadi murid yang baik.
5. Kegagalan secara ajaib justru membuka pintu kesempatan. Yang terakhir, kegagalan saya – secara tidak langsung – telah membuka pintu-pintu kesempatan yang baru untuk saya. Memang aneh kedengarannya, tetapi kegagalan membantu saya keluar dari bisnis yang buruk dan berjalan masuk ke bisnis baru yang memiliki potensi lebih baik.
Gagal mungkin justru merupakan pengalaman jiwa yang inspiring, selama kita mau belajar dari kegagalan-kegagalan itu – dan lalu bertindak. Tanpa respon positif, kegagalan kita hanya akan sekedar menjadi kegagalan. Dan membuat kita terus terpuruk dalam luka dan kesunyian.
Pengalaman kegagalan mungkin dapat menyingkapkan siapa diri kita sebenarnya. Alami-lah kegagalan, lalu belajarlah dari kegagalan itu, dan kemudian coba lagi.
Kita akan kagum bagaimana kegagalan seringkali bisa mengubah kita menjadi jiwa-jiwa yang lebih tangguh dan resilien dalam menghadapi tantangan hidup
- See more at: http://strategimanajemen.net/2015/06/15/5-alasan-kenapa-anda-harus-mengalami-kegagalan-dalam-karir-bisnis-dan-kehidupan/#sthash.auVVbXgQ.dpuf
Jadi, pertanyaannya adalah: Mengapa gagal itu baik untuk pengembangan kepribadian dan karir usaha kita? Ini jawabannya: - See more at: http://strategimanajemen.net/2015/06/15/5-alasan-kenapa-anda-harus-mengalami-kegagalan-dalam-karir-bisnis-dan-kehidupan/#sthash.auVVbXgQ.dpuf
Jadi pertanyaannya adalah mengapa kegagalan tidak selalu menyakitkan?

1. Kegagalan mengajarkan kita mengenai sikap pantang menyerah. Kegagalan itu seperti pisau, disisi yang satu dia dapat membunuh impian kita tetapi disisi lain dia juga dapat mengajarkan bagaimana caranya meraih impian kita. Jadi kita yang berperan untuk memutuskan hal tersebut.

2.  Kegagalan membuat kita mawas diri. Sering gagal membuat kita menjadi lebih mawas diri, kita berusaha lebih baik ketika kita gagal dan memiliki pola pikir yang lebih baik untuk menghadapinya.

Jikapun ketika kita sudah meraih sukses, tidak membuat kita menjadi puas tetapi tetap mawas diri dengan kesuksesan yang telah kita raih. Kegagalan membuat kita mengerti bahwa sesuatu bisa lenyap/hilang begitu saja seketika.

3.  Kegagalan memaksa kita percaya kepada Sang Maha Pencipta. Kita tahu kita tidak sendirian, ada kekuatan yang sangat besar yaitu dari sang Maha Pemberi rejeki yang telah memberikan kita jalan. Karena melalui kegagalan...keimanan, spritualitas dan kepercayaan saya terhadap Sang Maha Pencipta selalu diuji!

4.  Kegagalan mengajarkan lebih banyak daripada kuliah bisnis. Ya benar, saya pernah mengambil kuliah dan mendapat gelar Master di bidang Marketing, tetapi itu bukanlah apa-apa dibandingkan dengan apa yang saya pelajari dari segenap kegagalan yang pernah saya alami.

Kegagalan merupakan pembelajaran dan merupakan Guru yang paling baik, meskipun tidak semua orang bisa menjadi Murid yang baik!

5. Kegagalan adalah gerbang kesempatan. Secara ajaib kegagalan demi kegagalan dapat mebuka gerbang kesempatan baru untuk diri kita. 

Gagal menjadi pengalaman yang menginspirasi kita untuk move on lebih baik selama kita mau belajar dari kegagalan tersebut dan lalu bertindak.

Jadi alamilah kegagalan itu, nikmati! Belajar dari kegagalan itu, kemudian coba lagi sampai berhasil!

Semoga bermanfaat sobat.







Senin, 10 Agustus 2015

Awaken Your Passion for Work and Life

https://alexrister1.files.wordpress.com/2012/02/passion.jpg
Finding your passion isn't as complicated. When you really like doing something and you feel good about it, that's passion. You're investing your energy in the right thing. If you like and enjoy taking photos of nature, even if's not part of your job, that's a passion of yours. You may have more than one passion. One of my passions is writing. I just love it.

"Finding your passion" has been portrayed as a long journey of discovery. While there's some true to it, you don't have to wait years to know what your passion is. You may not like your job, that's okay. A lot of people don't. Your job doesn't necessarily have to be your passion. Though, you can find passion in your job by helping out customers and seeing a smile in their faces.

Creativity goes hand in hand with passion. Doing something that you love, even if it requires a tremendous amount of strategic thinking and analysis, energizes you. Doing something that you don't love depletes your energy, even if it's an easy task like formatting a report. You don't need to find passion because is already within you; you need to awaken it.

Passion doesn't imply that you love everything that you do in life. If it were so, the world would be upside down, and everybody will be singing and jumping up and down. Your passion may also be misplaced. You may think that climbing the corporate ladder is your passion to only find out that when you get to the top, it's not what you expected it to be -  you don't like it and don't enjoy it. 

However, through the journey of climbing the corporate ladder, you found out what you don't like. That's a good start to find out what you do like. Once you do, start working on those things. They don't have to be big and glamorous things. If you like taking pictures as a hobby - and you're really good at it - you may find that your hobby can add value to your job and vice versa.

If you work as a marketing manager and use images for campaigns and promotions, you can build a door of opportunity there. Instead of outsourcing images, you can talk to your boss about the possibility of working out a deal where your images (photos) are used instead. You may not like all aspects of your job, though you can add new aspects to your job-- aspects that you like. 

See the bright side of things. It's not always as bad as you think. Tapping into your passion can help you be successful; once you identify one or two things that you just love and could do for the rest of your life, you have totally awaken your passion. It's a process, you have to try things, stick to them for a while, reflect on what you enjoy the most and what isn't boring or tiring to you. 

Passion energizes you. It drives you to do things that fulfill you and give meaning to your life. If you're not happy with where you are now, take courage. Situations in life are temporary, you won't be there all the time. Tap into the power of your passion. Start from within and bring out the very best in you. The time is now, not tomorrow, or until you get your MBA or your next promotion

Look no further, your passion is there inside of you. What would you do if money were not issue? You may find key answers in your response. Passion isn't about titles or money. Although, your passion can bring these things to your life. The point is not to get distracted. Focus on what matters most to you, there rest will follow if you put your heart into it.

What is your passion?

Source: Ivette K. Caballero-Entrepreneurial & Strategic Marketing Communications Professional


Photobucket
Silahkan untuk menambahkan LINK Blog anda dibawah ini

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites