Selasa, 13 Maret 2012

Home » » Seks Menjalar ke Siswa SD

Seks Menjalar ke Siswa SD


Kalau Belum GO, nggak LAKI........!!!

Tak sampai satu jam terlibat dalam diskusi "Mencari Jalan Permasalahan Remaja" yang di helat koran Tokoh dan Pusat Pengembangan Kewirausahaan Unud, Selasa (6/3), lima SMS bernada serupa masuk ke handphone dokter yang rajin mengamati perilaku seks dikalangan remaja itu.

Sekarang seperti ada fenomena baru dikalangan remaja "Sex is something have to do", ujarnya. Problemnya, keinginan melakukan seks itu bukan hanya terjadi dikalangan pelajar SMA, tetapi juga pelajar SMP bahkan SD. Klien termuda dokter tersebut adalah pelajar berusia 13 tahun yang menderita gonorrhea (GO). Ia termasuk siswa yang rajin,tiap hari pukul 07.00 pagi dia berangkat ke sekolah tetapi ia tak langsung menuju sekolah, ia mampir dulu ke lokalisasi pekerja seks komersial (PSK) di Nusa Dua.

Katanya, mau mencari "perawan". Perawan yang dimaksud itu PSK yang belum dijamah pelanggan lain pada hari tersebut, ungkap sang dokter. Walau sudah disebutnya paling muda, tetapi rupanya sang dokter menemukan seorang penderita GO yang lebih muda, siswa kelas VI SD. Terungkapnya kasus itu bermula dari pengakuan remaja ini mengenai perilaku seksnya ke teman-temannya. Dengan bangganya si anak berkata, "Kalau belum GO, nggak Laki!". Omongan itu dilaporkan ke Guru yang akhirnya menghubungi sang dokter.
Pengalamannya tak putus sampai disitu, suatu ketika ada seorang siswi berusia 12 tahun datang ketempat prakteknya ditemani sang Ibu. Siswi ini hamil, selama konsultasi si anak sibuk main handphone sedangkan ibunya sibuk konsultasi, si anak seperti tak ada beban dan masalah, dia malah bertanya, "konsultasinya sudah selesai Ma?"......hahaha, gila nggak tuh.

Perubahan perilaku seks remaja telah bergeser, dikalangan anak-anak SMP seks seakan-akan sudah menjadi makan siang yang harus dinikmati tiaphari dengan berbagai macam gaya. Ada pula istilah piala bergilir dikalangan mereka, yaitu satu cewek dioper dari satu cowok ke cowok yang lain, dengan entengnya mereka berkata "bahwa seks sudah menjadi kebutuhan kami". Kenapa orang tua merasa kami kami belum membutuhkannya. begitu ujar seorang siswi pada sang dokter. Remaja ingin berbicara tentang seks kepada orang tuanya tetapi mereka takut.

Pengalaman lain yang ia rasakan saat mengadakan diskusi kecil dengan anak-anak SMA, seperti biasa mereka mengambil posisi masing-masing, yang laki-laki berkumpul dengan yang laki-laki, begitu pula sebaliknya dengan yang perempuan, nah yang pacaran sengaja mengambil tempat duduk dibelakang, didepan sang dokter dan teman-temannya mereka bermesraan , bahkan berciuman layaknya di film remaja seperti tak memperdulikan kehadiran orang lain.

 Lalu apakah perilaku remaja seperti itu terbatas pada mereka yang berasal dari golongan anak-anak yang memang bermasalah, broken home, atau dari keluarga menengah ke bawah? Tidak juga. Klien kami beberapa waktu lalu seorang siswi SMA, anak pejabat, kaya raya, pengurus OSIS pula ungkap sang dokter. Ia tergabung dalam geng anak-anak yang orang tuanya tajir, bermobil, uang yang diberikan orang tuanya tidak terbatas, anak pejabat ini diberikan kartu kredit berlebihan, fasilitas itu dihentikan , uang juga dibatasi, ia malu jika tak bisa bergaul dengan lima temannya yang lain dalam satu kelompok, jalan kelur yang ia pilih  menjual tubuhnya kepada laki-laki. Dia pintar, punya uang, dan aktif disekolah. semua itu tak menjamin perilaku seks remaja ujar sang dokter.

Seks dan peer group adalah dua dari tujuh stressor pada remaja yang dipaparkan sang dokter. Menurut Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Bali ini, sesuai perkembangan usianya remaja sudah memiliki dorongan seksual, secara psikologi tugas perkembangan mereka belum sampai untuk aktivitas seks berlebih. Secara biological, menurut sang dokter, nutrisi dapat berpengaruh terhadap dorongan seksual, selain itu visual exposure juga berpengaruh misalnya, satu keluarga tinggal dalam satu kamar - suatu ketika si anak bisa melihat kemesraan orang tuanya. Tekanan dari rekan sebaya dan media expose juga berpengaruh kuat. karena itu pandai-pandailah memilih teman.

Kini dorongan seks memang lebih awal muncul dibandingkan dulu. Itu bisa dilihat pada anak perempuan yang mengalami haid lebih dini. Misalnya mereka haid pada umur 12 tahun. sekarang rata-rata perempuan menikah pada usia 22 tahun. Lalu apa yang harus mereka lakukan untuk mengelola dorongan seksualnya?


Walau hal ini memang terkait dengan kebutuhan, tetapi mereka perlu memahami semua kebutuhan itu da batasan-batasan, ada usianya. Pacaran sebatas ciuman masih wajar, namun jika sampai berhubungan layaknya suami-istri, akan susah dihentikan, sama dengan orang yang sudah kecanduan narkoba. Pencegahannya..... jangan sampai terjadi kehamilan dan tertular penyakit seksual. Jika sudah begini orang tua tak punya banyak pilihan, anak laki-lakinya membawa belingan atau anak perempuannya dibelingin orang.
source: Koran tokoh





Related Posts by Categories

Ditulis Oleh : Mad Buddy ~ Just Write

Artikel Seks Menjalar ke Siswa SD ini diposting oleh Mad Buddy pada hari Selasa, 13 Maret 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

:: Get this widget ! ::

10 komentar:

siapa ya yg harus disalahkan...???
orang tua, guru, pemerintah atau pelakunya...???
bingung dch jadinya

@KAPAK Comunity

Saya rasa semua memiliki peranan pada porsinya masing2 dan dapat diintegrasikan dengan baik....hehehe.

sorry gan postingan nte kesalip hehee.. salam kenal yah.. by ank2 HTC lmpung. visit back

@otnayhtc

hahaha......, sip mas bro. btw thanks follownya, ane udah folbek mas bro

wahparah dah kalo sampae ke SD

Yah, inilah dampak modernisasi serta bagian dari dekadensi moral generasi muda Indonesia. Salam.

@DDL

Itu dia mas bro,semakin maju teknologi...semakin sulit untuk menyaring perilaku mana yang baik dan buruk. Terimakasih atas supportnya.

@MUSIC DIGITAL

Benar itu mas bro, harus ada panutan yang jelas dijaman sekarang ini.

salam hangat di padi hari!

@Darma Jaya

Salam anget juga mas bro, terimakasih sudah mampir...

Poskan Komentar

Jika anda suka dengan artikel ini jangan segan untuk berkomentar ya, Komentar anda sangat diperlukan untuk develop blog ini.

Kalo nggak punya URL, Google Acc, silahkan beri komentar sebagai: Anonymous. Terimakasih.

Photobucket
Silahkan untuk menambahkan LINK Blog anda dibawah ini

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites