Rabu, 18 April 2012

Home » » Mendesah Demi Pasangan

Mendesah Demi Pasangan

dr. Oka Negara - Seorang perempuan muda bertanya di sebuah konseling, suaminya menginginkan mendesah saat berhubungan seksual jelas membuatnya menjadi malu, karena terkesan nakal. Benarkah seperti itu?

Sebuah reset yang dilakukan Brewer G dan Hendrie CA telah dimuat dalam Archives of Sexual Behavior, dengan meneliti sebanyak 71 perempuan berusia muda dengan rata-rata usia 22 tahun, heteroseksual yang aktif secara seksual tentang Sexual Moaning atau desahan seksual.

Hasil riset menyebutkan suara desahan perempuan bisa membantu laki-laki mendapatkan orgasmenya. Penelitian ini mengungkap perempuan berdesah saat berhubungan seksual bukan karena mereka menginginkan orgasme yang maksimalpada dirinya, tetapi justru karena perempuan percaya desahan yang dikeluarkan tersebut memang diinginkan pasangannya.

Hubungan seks adalah satu dari beberapa aktivitas kehidupan dimana kita bisa berekspresi, memunculkan relaksasi dan merasakan tubuh mneyatu dengan pasangan dalam kesenangan. Dalam hubungan seks, semuanya seolah mendapatkan tempat untuk disalurkan bahkan dengan sedikit lebih liar yang akhirnya dapat membawa manfaat untuk mendatangkan rasa rileks.

Karena itu tidak ada salahnya buat mendesah, merintih, mengerang, dan bahkan berteriak sekalipun untuk meluapkan kenikmatan selama berhubungan seks, asalkan aman dan bukan ditempat yang mudah didengarkan orang lain, nanti malah bisa digampar….hehehe.

Di referensi seksual seperti video dan bacaan, seringkali yang melakukan desahan seksual adalah pihak perempuan, padahal sesungguhnya hal ini bisa dilakukan laki-laki. Karena sekali lagi, mengeluarkan suara saat berhubungan seks adalah bentuk ekspresi.

Kalau pada laki-laki yang lebih maskulin seringkali suara yang dimunculkan bertipe jenis suara “growl” atau menggeram, sebagai bentuk eskpresi dominatif.

Dalam kasus ini, ada beberapa alasan kenapa seseorang memilih tidak mengeluarkan suara saat berhubungan seksual, seperti tidak ingin terdengar tetangga, khawatir terdengar lucu, atau tidak ingin terdengar seperti “nakal” layaknya bintang porno.

Bagi yang masih belum berani berekspresi, pastikan dan dikomunikasikan bersama. Sesungguhnya desahan seks bisa meningkatkan kenikmatan seksual. Dalam dunia medis ini dikenal dengan amplifikasi hedonic, lantaran dampaknya terhadap pernapasan. Ketika orang sudah sangat bergairah dan mendekati orgasme, peningkatan suara-suara seks dapat terkait dengan hiperventilasi, yang bisa menimbulkan euphoria lebih tinggi lagi. Kenikmatan seksual pun menjadi maksimal.

Related Posts by Categories

Ditulis Oleh : Mad Buddy ~ Just Write

Artikel Mendesah Demi Pasangan ini diposting oleh Mad Buddy pada hari Rabu, 18 April 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

:: Get this widget ! ::

4 komentar:

waw... menarik gan.. :D

Hai, blogwalking for today. Thanks for share! I will visit your blog again

@Gumanta-info

Thanks ya gan atas supportnya

@Nur Prasetiyo (Zutonx Blog)

Thanks for coming up here bro, don't hesitate to visit here again next time.

Poskan Komentar

Jika anda suka dengan artikel ini jangan segan untuk berkomentar ya, Komentar anda sangat diperlukan untuk develop blog ini.

Kalo nggak punya URL, Google Acc, silahkan beri komentar sebagai: Anonymous. Terimakasih.

Photobucket
Silahkan untuk menambahkan LINK Blog anda dibawah ini

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites