Kamis, 17 Februari 2011

Home » » Competitve Edge

Competitve Edge

Competitive Edge, atau yang biasa disebut dengan "Daya Saing" memegang peranan penting dalam keberhasilan suatu bisnis. Sebuah bisnis kecil memiliki daya saing bila pelanggannya memperoleh kesan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan lebih baik daripada produk atau jasa milik pesaingnya.

Pemilik bisnis dapat menciptakan persepsi ini dengan berbagai macam cara. Perusahaan-perusahaan kecil kadang-kadang mencoba menciptakan daya saing dengan menawarkan harga terendah. Pendekatan ini bisa saja digunakan untuk berbagai produk atau jasa terutama yang dipandang konsumen sebagai komoditi, tetapi terkadang harga dapat menjadi kriteria yang berbahaya untuk membangun daya saing. Biasanya pemilik bisnis kecil lebih menekankan kepada mempertahankan kesetiaan pelanggan dengan cara memberikan perhatian lebih kepada kosumen per konsumen dengan memberikan pelayanan antar melalui telepon, menjual barang secara kredit, atau memberikan kenyamanan untuk dibidang jasa. 

Hal tersebut lebih baik dilakukan daripada harus tergusur oleh perusahaan besar dengan melakukan perang harga secara frontal. Lebih baik pemilik bisnis kecil berkiprah dengan cara memberikan layanan dan produk yang tidak dapat diberikan oleh perusahaan besar.

Wirausahawan yang berhasil seringkali menggunakan keunggulan khusus yang mereka miliki untuk membangun daya saing didalam menghadapi para pesaingnya yang lebih besar. Hubungan mereka yang dekat dengan pelanggan, perhatian pribadi, penitik beratan pada pelayanan, keluwesan organisasi dan manajemen, memberikan pondasi yang kokoh dalam membangun daya saing terhadap perusahaan yang lebih besar.

Peusahaan kecil lebih efektif menciptakan "Relationship Marketing" yakni  proses pengembangan dan pemeliharaan hubungan jangka panjang dengan pelanggan sehingga mereka tetap kembali berbelanja.

Untuk menciptakan relationship marketing, pemilik bisnis kecil harus memiliki sense of customer behavior and needed dengan mencapai tingkat tertinggi dari empat tingkatan keterlibatan pelanggan berikut ini:
  1. Customer Awareness. Pemilik bisnis kecil harus jeli bahwa "ada pelanggan di luar sana!!!" Biasanya pemilik perusahaan kecil tidak banyak mengenal tentang pelanggan perusahaan dan memandang mereka hanya secara umum.
  2. Customer Sensitivity. Masih ada sekat pemisah diantara pemilik bisnis kecil dengan pelanggan. Para karyawan mulai mengenal ciri-ciri pelanggan mereka, tetapi belum ada two-ways communication untuk berbagi informasi dengan mereka, sehingga pemilik bisnis kecil tidak mendapatkan feedback dari para pelanggannya.
  3. Customer Alignment. Pemilik bisnis memahami peranan sentral pelanggan dalam bisnis dan banyak meluangkan waktu berbicara dengan pelanggan serta mencari umpan balik dari pelanggan melalui observasi, vokus kepada kelompok pelanggan, wawancara dengan pelanggan serta kunjungan-kunjungan.
  4. Customer Partnership. Pelanggan adalah bagian dari semua hal utama. Pemilik bisnis kecil telah menyempurnakan perilaku pelayanan kepada pelanggan menjadi bagian dari budaya perusahaan.
Jadi sayangilah pelanggan Anda!!! Sekian dulu sharing dari saya dan semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih atas kunjungan Blognya.

Related Posts by Categories

Ditulis Oleh : Mad Buddy ~ Just Write

Artikel Competitve Edge ini diposting oleh Mad Buddy pada hari Kamis, 17 Februari 2011. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

:: Get this widget ! ::

0 komentar:

Poskan Komentar

Jika anda suka dengan artikel ini jangan segan untuk berkomentar ya, Komentar anda sangat diperlukan untuk develop blog ini.

Kalo nggak punya URL, Google Acc, silahkan beri komentar sebagai: Anonymous. Terimakasih.

Photobucket
Silahkan untuk menambahkan LINK Blog anda dibawah ini

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites