Sabtu, 28 April 2012

Home » » Perawatan Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus

Perawatan Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus


Perawatan pada kaki diabetes melitus ini harus dengan baik disampaikan kepada penderita diabetes melitus (DM), terutama penderita yang sudah mengalami komplikasi kaki diabetes. 

Upaya pencegahan meliputi upaya pada penderita diabetes yang belum mengalami komplikasi kaki diabetes, yaitu dengan cara mengontrol kadar gula darahnya dengan diet atau pemberian obat anti diabetes yang teratur dari dokter, sedangkan upaya pencegahan komplikasi kaki diabetes melakukan perawatan kaki dengan baik.

Penderita DM harus menyadari bahwa perawatan kaki merupakan bagian sari kebiasaan hidup sehari-hari. Adapun caranya adalah sebagai berikut:

  1. Periksalah kaki setiap hari terutama telapak kaki, jari kaki, kulit, dan sela jari kaki. Pemeriksaan dilakukan di tempat terang dan untuk memudahkan pemantauan gunakan cermin. Perhatikan apakah luka atau tidak, kulit kemerahan, ada penebalan.  Bersihkan kaki dengan sabun dan air hangat (jangan air panas), keringkan dengan handuk halus.
  2. Perawatan kuku dilakukan setiap hari bersamaan dengan perawatan kulit kaki. saat pemotongan kuku, jika kuku terlalu keras dan kotor, rendam dalam air sabun hangat selama 5 menit agar kotoran mudah lepas dan kuku menjadi agak lunak. Jika penglihatan penderita terganggu sebaiknya minta tolong pada orang lain untuk memotong kukunya.
  3. Sepatu yang dipakai harus sesuai dengan bentuk dan besarnya kaki. Hal ini dapat dilihat dari gambaran telapak kaki penderita yang dibuat pada kertas dan dapat dibuatnya sendiri. Permukaan atas sepatu harus lunak, bagian tumit sepatu harus kokoh agar kaki stabil, bagian alas sepatu yang bersentuhan dengan kaki (insole) permukaannya harus sesuai dengan bentuk permukaan telapak kaki yang normal.
  4. Lakukan olah raga kaki diabetes yang baik dan benar. Olah raga harus dilakukan secara teratur. Tujuan olah raga bagi penderita DM adalah melancarkan aliran darah kaki sehingga oksigen dan nutrisi kejaringan lebih lancar, menguatkan otot betis dan telapak kaki sehingga sewaktu berjalan kaki menjadi lebih stabil, menambah kelenturan sendi sehingga kaki terhindar dari sendi kaku, memelihara fungsi saraf.
Setelah luka sembuh, permasalahan kaki diabetes belumlah selesai, hal ini yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah usaha untuk mencegah kembali luka pada kaki.  Usaha ini pada penderita DM bahkan harus sudah dimulai jauh hari sebelum luka. Source: dr. I Putu Kokohana Arisutawan, S.Ked.


 
 

Related Posts by Categories

Ditulis Oleh : Mad Buddy ~ Just Write

Artikel Perawatan Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus ini diposting oleh Mad Buddy pada hari Sabtu, 28 April 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

:: Get this widget ! ::

13 komentar:

ternyata merawat kaki sangat berguna juga ya , tanks info sehatnya sob.

@Catatan Bazzo

Thanks juga sobat atas kunjungannya, moga bermanfaat.

berkunjung sobat

@chipshoes

terimakasih sobat atas kunjungannya

. . wachhhhhhh,, ini bermanfaat banget nich untuk spupu aq yg penderita diabetes . .

@VPie MahaDhifa

Semoga bermanfaat ya, thanks sudah mau mampir kesini...hehehe.

Pasti bermanfaat banget ini posting semoga bsa mengurangi penyakit kaki melitus diindonesia. kang budi orang bali ya? :) lam kenal sebelumnya:)

Turut menyimak artikel Mas Budi. Dan juga mengenalkan Blog Baru saya www[dot]bengkelbangun[dot]com.

Dan sekalian mengajak tukar link.

@krisnanto (OM Kris)

Terimakasih Om Kris atas kunjungan dan supportnya, iya....kebetulan saya orang Bali....hehehe, salam kenal juga.

@Kebarongan

Terimakasih sobat atas supportnya, ayo kita bertukar link untuk mempererat persahabatan. Akan saya info kalau link sobat sudah terpasang di main page blog ini.

. . hu um kawan. bermanfaat banget nich tuk dia . .

@VPie MahaDhifa

Semoga tetap terjaga kesehatan sepupunya, thank sudah support sista :)

ace maxs dari kulit manggis -, didalam kulit manggis terdapat zat Xantone, Xanthone merupakan sekelompok senyawa organik yang pertama kali berhasil dideteksi pada tahun 1855 oleh ilmuwan Jerman bernama Schmid W. Liebigs. Saat itu, efek xanthone bagi tubuh dan kesehatan manusia memang belum banyak ditelusuri. Akan tetapi, berbagai penelitian mengenai xanthone sejak awal abad ke-20 hingga sekarang telah memunculkan banyak pemahaman baru mengenai senyawa yang merupakan bagian dari golongan senyawa polifenol ini.

Poskan Komentar

Jika anda suka dengan artikel ini jangan segan untuk berkomentar ya, Komentar anda sangat diperlukan untuk develop blog ini.

Kalo nggak punya URL, Google Acc, silahkan beri komentar sebagai: Anonymous. Terimakasih.

Photobucket
Silahkan untuk menambahkan LINK Blog anda dibawah ini

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites